Senin, 10 Desember 2012

my essay assigment about statistics


“Aku dan statistika”

Prospek Kerja Sebagai Penentu Utamaku dalam Pemilihan Jurusan Statistika

Jabatan yang tinggi, pekerjaan yang terpandang dan gaji yang menjanjikan. Ketiga hal ini biasanya banyak terlintas di pemikiran setiap individu yang belum menjadi pekerja, atau bisa dikatakan individu yang masih mempunyai status sebagai pelajar. Untuk mencapai hal yang diinginkan itu setiap individu harus menimba ilmu setinggi-tingginya, minimal mempunyai gelar sarjana atau S1 (strata 1). Individu yang ingin mendapat gelar tersebut sudah barang tentu harus memasuki dunia perkuliahan terlebih dahulu yang bisa dirujuk ke sebuah perguruan tinggi (universitas) dan sederajatnya. Dan untuk masuk perguruan tinggi (universitas) dan sederajatnya baik negeri maupun swasta, setiap individu pasti memiliki alasan tersendiri. Salah satunya yaitu yang sudah tercantum dalam kalimat pembuka artikel ini. Masa depan atau prospek jangka panjang (prospek kerja), selama ini sepertinya masih dijadikan alasan atau penentu utama bagi sebagian besar kalangan remaja yang belum mendapat status kemahasiswaannya setelah mereka lulus SMA (sekolah menengah atas) untuk masuk di sebuah perguruan tinggi negeri ataupun swasta.
Dalam perguruan tinggi terdapat berbagai macam jurusan yang tersedia dengan prospek kerja masing-masing. Dan salah satu jurusan yang tersedia atau yang menawarkan prospek kerja “cemerlang” atau bisa juga dikatakan memiliki prospek kerja yang tidak terbatas (luas) yaitu program studi statistika. Hampir dari segala bidang di kehidupan kita ini membutuhkan lulusan dari program studi statistika. Program studi statistika ini dikatakan sebagai tersebut karena statistika adalah ilmu yang mempelajari tentang pengumpulan, pengolahan data, pembuatan dan penarikan kesimpulan berdasarkan analisis data dengan cara statistik (susunan angka).
Unit kerja seperti pengendalian kualitas, pengelolaan data, survey (pendataan), riset dan pengembangan sistem perencanaan merupakan unit kerja yang melibatkan peran statistisi (orang yang berkcimpung di dunia statistika). Dengan begitu, banyak perusahaan-perusahaan besar yang membutuhkan tenaga kerja lulusa statistika. Hampir semua instansi pemerintah memerlukan sarjana statistika, demikian pula halnya dengan perusahaan swasta yang tentunya memerlukan prediksi-prediksi pemasaran. Contohnya di lembaga penelitian biro pusat statistik, dosen, perbankan, Telkom, Caltex, dsb. Dengan adanya gambaran mengenai prospek kerja yang demikian, dipastikan para calon mahasiswa banyak yang tertarik atau berminat untuk memilih program studi statistika sebagai jenjang ilmu yang lebih tinggi yang akan mereka  ambil saat memasuki dunia perkuliahan sebagai bekal menuju dunia kerja. Saya pun termasuk ke dalam salah satu dari sekian calon mahasiswa tersebut.
Dengan adanya prospek kerja yang begitu luas karena berbagai macam bidang membutuhkan lulusan statistika, mulai dari industri, ekonomi, asuransi, perbankan, bisnis, lingkungan, kesehatan, pertanian, dsb. Saya tergugah untuk mempelajari apa ilmu statistika itu. Saya berfikir dengan mempelajari ilmu statistika lebih dalam, nantinya atau kedepannya saya akan mudah untuk mencari pekerjaan, karena pada dasarnya banyak instatnsi-instansi yang membutuhkan tenaga kerja lulusan statistika. Untuk itu, saya dengan mantap memilih program studi statistika saat saya menginjak dunia perkuliahan.
Akan tetapi dalam hal ini, banyak pihak yang tidak membenarkan bahwa prospek kerja adalah alasan utama dalam memilih atau menentuan jurusan dalam dunia perkuliahan. Prospek kerja itu bukanlah hal utama untuk dijadikan sebagai tolak ukur dalam pemilihan jurusan dalam dunia perkuliahan. Hal utama yang harusnya dipikirkan oleh setiap calon mahasiswa yang akan memilih jurusan dalam dunia perkuliahan adalah minat dalam diri masing-masing yang diikuti dengan kemampuannya. Apakah minatnya sesuai tidak dengan jurusan yang akan mereka ambil. Karena prospek pekerjaan yang cemerlang pun belum tentu menjadikan seorang yang sukses dengan begitunya hanya karena banyak instantsi yang membutuhkan lulusannya. Perlu diimbangi dengan minat dan kemampuan yang ada dalam diri setiap individu yang menjalankanya. Sebagai contoh praktis, manusia yang memiliki kemampuan berpolitik dan tidak memiliki minat serta kemampuan dalam bidang kedokteran memilih masuk dalam bidang kedokteran hanya karena masa depannya terlihat cerah. Di tengah perjalanan, ia tidak dapat mengikutinya karena  tidak dapat mengaplikasikan. Alhasil ia berpindah ke bidang politik.
Dengan adanya kontra argumentasi dari pihak lain, saya pun menyadari akan hal itu. Akan tetapi, jika kita  memegang dasarnya dan menjalani kedepannya dengan bersungguh-sungguh kita pasti dapat mengikuti pelajaran dengan baik dan dapat mengaplikasikannya yang terpenting tidak ada paksaan dalam diri kita untuk menjalaninya. Karena pada dasarnya pola pikir manusia itu bisa berkembang dengan apa yang mereka pahami, pelajari seiring berjalannya waktu diikuti dengan kesungguhan yang tertanam  dalam dirinya. Dan karena dasar dari program statistika adalah hitung-menghitung dalam pengolahan data, itu menguatkan dalam pemikiran saya untuk semakin mantap dalam memilih program studi statistika. karena saya lebih condong ke ilmu hitung-menghitung.
Jadi prospek kerja inilah yang menjadi alasan utama saya dalam memilih program studi statistika untuk dipelajari lebih dalam di dunia perkuliahaan sebagai bekal untuk masuk ke dunia pekerjaan. Dan tidak lupa diikuti dengan minat yang ada dalam diri saya dan keinginan yang kuat untuk dapat mengikuti pelajaran dengan semaksimal mungkin agar kedepannya mendapatkan hasil yang memuaskan, karena begitu banyak prospek kerja yang ditawarkan di program studi statistika ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar