“Aku dan
statistika”
Prospek Kerja Sebagai Penentu Utamaku dalam Pemilihan Jurusan Statistika
Jabatan yang tinggi, pekerjaan yang terpandang dan gaji yang menjanjikan.
Ketiga hal ini biasanya banyak terlintas di pemikiran setiap individu yang
belum menjadi pekerja, atau bisa dikatakan individu yang masih mempunyai status
sebagai pelajar. Untuk mencapai hal yang diinginkan itu setiap individu harus
menimba ilmu setinggi-tingginya, minimal mempunyai gelar sarjana atau S1 (strata
1). Individu yang ingin mendapat gelar tersebut sudah barang tentu harus
memasuki dunia perkuliahan terlebih dahulu yang bisa dirujuk ke sebuah
perguruan tinggi (universitas) dan sederajatnya. Dan untuk masuk perguruan
tinggi (universitas) dan sederajatnya baik negeri maupun swasta, setiap
individu pasti memiliki alasan tersendiri. Salah satunya yaitu yang sudah tercantum
dalam kalimat pembuka artikel ini. Masa depan atau prospek jangka panjang
(prospek kerja), selama ini sepertinya masih dijadikan alasan atau penentu utama
bagi sebagian besar kalangan remaja yang belum mendapat status kemahasiswaannya
setelah mereka lulus SMA (sekolah menengah atas) untuk masuk di sebuah
perguruan tinggi negeri ataupun swasta.
Dalam perguruan tinggi terdapat berbagai macam jurusan yang tersedia dengan
prospek kerja masing-masing. Dan salah satu jurusan yang tersedia atau yang
menawarkan prospek kerja “cemerlang” atau bisa juga dikatakan memiliki prospek
kerja yang tidak terbatas (luas) yaitu program studi statistika. Hampir dari
segala bidang di kehidupan kita ini membutuhkan lulusan dari program studi
statistika. Program studi statistika ini dikatakan sebagai tersebut karena
statistika adalah ilmu yang mempelajari tentang pengumpulan, pengolahan data,
pembuatan dan penarikan kesimpulan berdasarkan analisis data dengan cara
statistik (susunan angka).
Unit kerja seperti pengendalian kualitas, pengelolaan data, survey
(pendataan), riset dan pengembangan sistem perencanaan merupakan unit kerja
yang melibatkan peran statistisi (orang yang berkcimpung di dunia statistika).
Dengan begitu, banyak perusahaan-perusahaan besar yang membutuhkan tenaga kerja
lulusa statistika. Hampir semua instansi pemerintah memerlukan sarjana
statistika, demikian pula halnya dengan perusahaan swasta yang tentunya
memerlukan prediksi-prediksi pemasaran. Contohnya di lembaga penelitian biro
pusat statistik, dosen, perbankan, Telkom, Caltex, dsb. Dengan adanya gambaran
mengenai prospek kerja yang demikian, dipastikan para calon mahasiswa banyak
yang tertarik atau berminat untuk memilih program studi statistika sebagai
jenjang ilmu yang lebih tinggi yang akan mereka
ambil saat memasuki dunia perkuliahan sebagai bekal menuju dunia kerja. Saya
pun termasuk ke dalam salah satu dari sekian calon mahasiswa tersebut.
Dengan adanya prospek kerja yang begitu luas karena berbagai macam bidang membutuhkan
lulusan statistika, mulai dari industri, ekonomi, asuransi, perbankan,
bisnis, lingkungan, kesehatan, pertanian,
dsb. Saya tergugah untuk mempelajari apa ilmu statistika itu. Saya berfikir
dengan mempelajari ilmu statistika lebih dalam, nantinya atau kedepannya saya akan
mudah untuk mencari pekerjaan, karena pada dasarnya banyak instatnsi-instansi
yang membutuhkan tenaga kerja lulusan statistika. Untuk itu, saya dengan mantap
memilih program studi statistika saat saya menginjak dunia perkuliahan.
Akan tetapi dalam hal ini, banyak pihak yang tidak membenarkan bahwa
prospek kerja adalah alasan utama dalam memilih atau menentuan jurusan dalam
dunia perkuliahan. Prospek kerja itu bukanlah hal utama untuk dijadikan sebagai
tolak ukur dalam pemilihan jurusan dalam dunia perkuliahan. Hal utama yang
harusnya dipikirkan oleh setiap calon mahasiswa yang akan memilih jurusan dalam
dunia perkuliahan adalah minat dalam diri masing-masing yang diikuti dengan
kemampuannya. Apakah minatnya sesuai tidak dengan jurusan yang akan mereka
ambil. Karena prospek pekerjaan yang cemerlang pun belum tentu menjadikan
seorang yang sukses dengan begitunya hanya karena banyak instantsi yang
membutuhkan lulusannya. Perlu diimbangi dengan minat dan kemampuan yang ada
dalam diri setiap individu yang menjalankanya. Sebagai contoh praktis, manusia
yang memiliki kemampuan berpolitik dan tidak memiliki minat serta kemampuan
dalam bidang kedokteran memilih masuk dalam bidang kedokteran hanya karena masa
depannya terlihat cerah. Di tengah perjalanan, ia tidak dapat mengikutinya
karena tidak dapat mengaplikasikan.
Alhasil ia berpindah ke bidang politik.
Dengan adanya kontra argumentasi dari pihak lain, saya pun menyadari akan
hal itu. Akan tetapi, jika kita memegang
dasarnya dan menjalani kedepannya dengan bersungguh-sungguh kita pasti dapat
mengikuti pelajaran dengan baik dan dapat mengaplikasikannya yang terpenting
tidak ada paksaan dalam diri kita untuk menjalaninya. Karena pada dasarnya pola
pikir manusia itu bisa berkembang dengan apa yang mereka pahami, pelajari
seiring berjalannya waktu diikuti dengan kesungguhan yang tertanam dalam dirinya. Dan karena dasar dari program
statistika adalah hitung-menghitung dalam pengolahan data, itu menguatkan dalam
pemikiran saya untuk semakin mantap dalam memilih program studi statistika.
karena saya lebih condong ke ilmu hitung-menghitung.
Jadi prospek kerja inilah yang menjadi alasan utama saya dalam memilih
program studi statistika untuk dipelajari lebih dalam di dunia perkuliahaan
sebagai bekal untuk masuk ke dunia pekerjaan. Dan tidak lupa diikuti dengan
minat yang ada dalam diri saya dan keinginan yang kuat untuk dapat mengikuti
pelajaran dengan semaksimal mungkin agar kedepannya mendapatkan hasil yang
memuaskan, karena begitu banyak prospek kerja yang ditawarkan di program studi
statistika ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar